Jakarta,— Lmpnews. Markas Besar Laskar Merah Putih (LMP) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Mabes LMP, Grogol, Jakarta Barat, Sabtu (5/9/2026). Rakor menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus menyatukan langkah jajaran pengurus dalam menjalankan program kerja organisasi.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Laskar Merah Putih. Selanjutnya, Ketua Harian I LMP, H. Wahyu Wibisana, SE, memberikan arahan sekaligus membuka secara resmi rapat koordinasi.
Dalam arahannya, H. Wahyu Wibisana menekankan pentingnya kesungguhan jajaran pengurus dalam menyusun program kerja yang realistis, terukur, dan dapat benar-benar dilaksanakan.
Menurutnya, program kerja tidak cukup hanya menjadi rencana di atas kertas, tetapi harus diwujudkan melalui komitmen dan kerja nyata seluruh jajaran organisasi.
“Yang paling penting adalah kesungguhan dalam menetapkan program kerja yang bisa dilaksanakan, kemudian kita berkomitmen untuk menjalankannya,” tegasnya.
Rakor tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kontribusi LMP dalam mendukung berbagai program strategis nasional pemerintah Presiden Prabowo Subianto, khususnya melalui peran organisasi masyarakat yang konstruktif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Penguatan Fungsi Pengurus dan Kepala Departemen
Arahan berikutnya disampaikan Ketua Harian II, Ukur Purba, ST, yang menekankan pentingnya soliditas dan koordinasi antarpengurus dalam menjalankan roda organisasi.
Sementara itu, Waketum OKK Burhan Saidi Chaniago, SH, memaparkan sejumlah hal terkait keorganisasian, terutama mengenai pemahaman tugas dan fungsi masing-masing pejabat dalam struktur Mabes LMP.
Ia menegaskan bahwa setiap pengurus harus memahami secara jelas tanggung jawabnya, baik dalam kapasitas sebagai Wakil Ketua Umum maupun sebagai Kepala Departemen.
“Jangan sampai ada pengurus yang tidak memahami tugas dan fungsinya. Sebagai Waketum maupun Kepala Departemen, masing-masing memiliki tanggung jawab yang harus dijalankan secara profesional,” ujarnya.
Burhan juga menjelaskan bahwa struktur organisasi LMP memiliki dua bagan utama, yakni bagan eksekutif yang menjalankan fungsi kepengurusan organisasi dan bagan pasukan yang berada di bawah kepemimpinan Kepanglimaan.
Dalam bagan pasukan tersebut terdapat sejumlah unsur, yaitu Pasukan Provost, Brigade 17, Detasemen Khusus, dan Bravo 88.
Bentuk Lima Kelompok Kerja
Salah satu agenda penting dalam Rakor Mabes LMP adalah penguatan organisasi melalui pembentukan lima Kelompok Kerja (Pokja). Pokja 1 hingga Pokja 5 akan menjadi wadah untuk membahas dan menyusun langkah kerja sesuai bidang masing-masing.
Pembentukan Pokja diharapkan dapat membuat pelaksanaan program organisasi menjadi lebih fokus, terarah, terukur, sekaligus memudahkan koordinasi antarbidang.
Dalam rangkaian rapat juga dilakukan sesi tanya jawab sebagai ruang bagi jajaran pengurus untuk menyampaikan pandangan, masukan, maupun berbagai persoalan organisasi yang perlu mendapat perhatian bersama.
Selanjutnya, Wasekjen membacakan keputusan mengenai pembentukan Pokja sekaligus jadwal rapat masing-masing Pokja. Agenda kemudian dilanjutkan dengan pembacaan keputusan rapat, doa, dan foto bersama.
Rakor Mabes LMP ini menjadi bagian dari upaya membangun organisasi yang semakin solid, tertib dan memiliki pembagian tugas yang jelas. Dengan konsolidasi yang kuat di tingkat pusat, LMP diharapkan mampu meningkatkan kontribusinya sebagai organisasi kemasyarakatan yang hadir di tengah masyarakat serta mendukung agenda pembangunan nasional.
Rapat ditutup dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk menjalankan hasil keputusan secara konsisten.**








Tinggalkan Balasan