Ormas dan Bela Negara: Saatnya Kekuatan Masyarakat Sipil Hadir untuk Rakyat


Oleh : Masdjo Arifin (Waketum Laskar Merah Putih)

Jakarta — Lmpnews. Keberadaan organisasi kemasyarakatan (ormas) seharusnya tidak hanya terlihat ketika terjadi polemik atau dinamika politik. Di tengah berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat, ormas memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan sosial yang hadir secara nyata, terutama dalam membantu masyarakat terdampak bencana, melakukan advokasi sosial, hingga memperkuat semangat bela negara.

Ormas yang memiliki struktur organisasi hingga tingkat daerah sejatinya dapat digerakkan menjadi kekuatan sosial yang responsif. Ketika bencana alam terjadi, misalnya, jaringan anggota yang tersebar di berbagai wilayah dapat berperan dalam membantu proses evakuasi, distribusi bantuan, dapur umum, hingga pendampingan masyarakat pascabencana.

Dengan demikian, keberadaan ormas tidak hanya dinilai dari seberapa besar jumlah anggotanya atau seberapa sering tampil dalam ruang publik, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.

Menguatkan Advokasi Sosial

Selain membantu dalam situasi kebencanaan, ormas juga mempunyai ruang besar dalam melakukan advokasi terhadap berbagai persoalan sosial. Persoalan pendidikan, ekonomi masyarakat, ketenagakerjaan, lingkungan, pelayanan publik, hingga perlindungan kelompok rentan merupakan bagian dari masalah yang membutuhkan perhatian bersama.

Ormas dapat menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah. Aspirasi warga dapat disampaikan melalui mekanisme yang konstruktif, berdasarkan data dan fakta, sehingga penyelesaian persoalan tidak selalu berujung pada konflik di ruang publik.

Di sinilah pentingnya membangun budaya advokasi yang sehat. Kritik tetap diperlukan dalam negara demokrasi, tetapi kritik akan jauh lebih kuat ketika disampaikan dengan argumentasi, solusi, dan kepentingan masyarakat sebagai landasan utama.

Demokrasi dan Fenomena Demonstrasi

Demonstrasi merupakan salah satu bagian dari kehidupan demokrasi. Masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan pendapat dan mengkritisi kebijakan pemerintah sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Namun, kebebasan tersebut juga harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab. Unjuk rasa yang damai dan tertib akan memperkuat demokrasi, sementara aksi yang berujung pada kekerasan, perusakan fasilitas umum atau mengancam keselamatan masyarakat justru dapat mengaburkan substansi tuntutan yang ingin disampaikan.

Polemik mengenai dugaan adanya kepentingan tertentu di balik sebuah aksi juga perlu disikapi secara bijaksana. Tuduhan bahwa suatu gerakan didanai atau ditunggangi pihak tertentu tidak semestinya menjadi kesimpulan tanpa bukti. Setiap dugaan perlu dibuktikan melalui fakta dan proses hukum yang transparan.

Karena itu, tidak tepat pula jika seluruh aktivis atau kelompok demonstran langsung dicap sebagai “antek asing” hanya karena menyampaikan kritik terhadap pemerintah. Dalam demokrasi, perbedaan pendapat merupakan sesuatu yang wajar. Yang harus ditolak adalah kekerasan, provokasi, manipulasi informasi, serta tindakan yang melanggar hukumkritikny bukan kritiknya semata.

Ormas sebagai Penjaga Ruang Demokrasi yang Sehat

Dalam situasi seperti ini, ormas dapat mengambil peran penting sebagai kekuatan masyarakat sipil yang mendorong penyampaian aspirasi secara damai.

Ormas dapat memberikan pendidikan kepada anggotanya tentang bagaimana menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab, menghormati perbedaan, menghindari provokasi, serta menjaga fasilitas publik dan keamanan masyarakat.

Peran tersebut akan semakin penting ketika isu sosial berkembang menjadi polemik nasional. Ormas seharusnya tidak mudah terseret dalam arus informasi yang belum terverifikasi. Sebaliknya, organisasi perlu membangun tradisi tabayun, verifikasi informasi, dan dialog sebelum mengambil sikap.

Dengan cara tersebut, ormas dapat menjadi bagian dari solusi, bukan justru memperbesar persoalan.

Dari Massa Menjadi Kekuatan Sosial

Sudah saatnya paradigma terhadap ormas diperluas. Ormas bukan sekadar kumpulan massa yang hadir dalam kegiatan politik atau demonstrasi. Ormas merupakan bagian dari kekuatan masyarakat sipil yang memiliki potensi besar untuk membangun ketahanan sosial.

Kekuatan tersebut dapat diwujudkan melalui program bela negara, kegiatan kemanusiaan, bantuan kebencanaan, pendidikan masyarakat, pemberdayaan ekonomi, pelestarian budaya, hingga advokasi sosial.

Bela negara pun tidak selalu harus dimaknai dalam konteks pertahanan secara militer. Membantu korban bencana, menjaga persatuan, melawan hoaks, menjaga lingkungan, membantu masyarakat miskin, serta memperkuat solidaritas sosial juga merupakan bentuk kontribusi nyata kepada bangsa.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah ormas bukanlah seberapa keras suara yang terdengar di jalanan, melainkan seberapa nyata kehadirannya dirasakan oleh masyarakat.

Demokrasi membutuhkan kritik. Negara membutuhkan masyarakat sipil yang aktif. Dan masyarakat membutuhkan ormas yang mampu berdiri di tengah persoalan dengan kepala dingin, berpihak kepada kepentingan rakyat, serta mengedepankan jalan damai.

Jika kekuatan tersebut dapat dikelola dengan baik, ormas bukan hanya menjadi penjaga kepentingan kelompok, tetapi dapat tumbuh menjadi kekuatan sosial yang ikut menjaga persatuan, membantu rakyat dan memperkuat ketahanan bangsa.**


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *