‘Gedung Ini Kami Segel!’Ribuan Panci dan Sutil Berbunyi Keras, Warga Nyatakan Muak dengan MBG


Jakarta, — Lmpnews. Rabu siang itu, Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Jalan Kebon Sirih bukan seperti biasanya. Suasana kantor yang biasanya dipenuhi hiruk-pikuk staf, pagi itu berganti dengan gemuruh suara ribuan warga yang datang membawa panci, wajan, dan sutil. Mereka memukul-mukul alat masak itu hingga berbunyi nyaring, sebagai simbol kemarahan yang tak terbendung.

Tak kurang dari 214 personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan aksi . Garis polisi pun dipasang untuk meredam amarah yang menggebu-gebu dari Aliansi MBG Watch.

“Ini bukan lagi sekadar protes, ini adalah pernyataan sikap,” teriak seorang orator wanita dengan suara lantang di atas panggung darurat.

Poster-poster besar terhampar di sepanjang pagar gedung. Ada yang bertuliskan, “Kami Sudah Muak dengan MBG”, “Audit MBG!” , hingga yang paling menyentak: “Maling Lu! Duit Gue Itu” .

Aksi ini merupakan klimaks dari akumulasi kekecewaan panjang masyarakat. Mulai dari kasus keracunan massal yang hingga kini tercatat ribuan korban anak-anak , hingga terungkapnya skandal korupsi besar yang menyeret mantan Kepala BGN Dadan Hindayana dan dua wakilnya oleh Kejaksaan Agung.

Tidak cukup hanya dengan orasi, massa aksi secara simbolis memasang garis polisi di papan nama kantor BGN serta membentangkan tali berwarna kuning-hitam bertuliskan, “Gedung Ini Kami Segel” . Gestur ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah kehilangan kepercayaan sepenuhnya terhadap pengelolaan program unggulan Presiden Prabowo tersebut.

Salah satu momen paling menonjol adalah ketika para demonstran membagikan makanan gratis kepada masyarakat sekitar. Bukan dengan nasi kotak mewah, mereka membagikan gorengan sederhana, tahu, onde-onde, dan lontong—sambil menyindir pedas “Makanan bergizi tanpa uang negara, tanpa pajak, dan jaminan tidak keracunan!” .

Koordinator Advokasi MBG Watch, Galau D. Mubammad, dengan tegas menyampaikan tuntutan mereka “Kami muak! Hentikan kebijakan yang mengabaikan suara rakyat ini. Pemerintah harus berani mengaudit total program MBG dan menindak tegas semua pihak yang terlibat dalam praktik korupsi.”

Di tengah aksi, terdengar bunyi klakson bersahutan dari para pengendara yang melintas. Mereka diminta membunyikan klakson sebagai bentuk dukungan terhadap aksi ini.

Aksi yang berlangsung dari siang hingga sore itu berjalan relatif kondusif. Meski sempat terjadi adu mulut antara demonstran dengan sejumlah staf BGN yang mencoba masuk, aparat kepolisian sigap meredakan suasana.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons resmi dari Kepala BGN yang baru, Nanik S Deyang, yang baru saja dilantik Senin lalu . Namun, tekanan publik kini kian kuat. Rakyat tidak lagi terima dengan program yang jatah hidup anak-anaknya dipertaruhkan dalam pusaran korupsi yang mencekik.


✍️ Andrian Saputra
10 Juni 2026
24 Dzulhijjah 1447 H


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *