Jakarta — Lmpnews.Markas Besar Laskar Merah Putih (LMP) dibawah komando H.M. Arsyad Cannu melakukan audiensi dengan Mabes Polri guna membahas rencana aksi damai serta penguatan peran organisasi di tengah dinamika sosial dan politik nasional yang kian berkembang.
Dalam pertemuan tersebut, Mabes LMP diwakili oleh Wakil Ketua Umum Ukur Purba ST, Burhan Saidi, Rusdi Legowo, serta jajaran pengurus lainnya yakni Wasekjen Herwin Fatahudin dan Wabendum Stefanus Ferdinan Kapoh. Audiensi diterima langsung oleh Dirsosbud Mabes Polri,Brigjen Pol Yohanes Agus Rijanto, S.I.P., beserta jajaran di Mabes Polri.
Waketum OKK Mabes LMP, Burhan Saidi Chaniago, SH, menjelaskan bahwa tujuan audiensi adalah untuk meminta arahan dan petunjuk dari Mabes Polri terkait rencana aksi damai yang akan melibatkan sekitar 5.000 anggota LMP dalam waktu dekat.

“Aksi ini bertujuan untuk mendukung program pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta menjaga stabilitas nasional di tengah berkembangnya wacana yang dapat mengganggu jalannya pemerintahan,” ujarnya.
Selain itu, LMP juga memaparkan rencana program pendidikan bela negara yang akan menyasar generasi muda, khususnya pelajar tingkat SLTP dan SLTA, sebagai upaya memperkuat nilai-nilai kebangsaan sejak dini.
Waketum Ukur Purba yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Mabes LMP menegaskan pentingnya arahan dari pihak kepolisian agar rencana aksi berjalan tertib dan sesuai ketentuan. Sementara itu, Waketum Lingkungan Hidup Rusdi Legowo menyoroti kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya maraknya aksi begal.
“Diperlukan pembentukan dan penguatan Pokdar Kamtibmas. LMP siap bersinergi dengan Polri dalam upaya pencegahan potensi gangguan keamanan di tengah masyarakat,” kata Rusdi.
Menanggapi hal tersebut, pihak Mabes Polri menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan program yang diusulkan LMP. Namun, mengingat situasi politik yang dinilai cukup dinamis menjelang bulan Mei, Polri menyarankan agar rencana aksi damai dialihkan sementara ke kegiatan konsolidasi internal dan penguatan organisasi.

Langkah ini dinilai lebih strategis, terutama mengingat LMP baru saja melalui proses rekonsiliasi internal pasca dualisme kepemimpinan yang berlangsung cukup lama.
“Penguatan internal organisasi akan memberikan dampak positif yang lebih besar bagi keberlangsungan LMP ke depan,” ujar Brigjen Pol Yohanes dalam pertemuan tersebut.
Ia juga memastikan bahwa seluruh masukan dan program yang disampaikan LMP akan diteruskan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti.
Dalam kesempatan yang sama, Ukur Purba menyampaikan harapan agar ke depan dapat terjalin kerja sama berkelanjutan antara Mabes Polri dan Mabes LMP melalui nota kesepahaman (MoU), khususnya dalam bidang pembinaan dan pencegahan dini terhadap potensi gangguan terhadap stabilitas negara.
Menutup audiensi, Brigjen Pol Yohanes berpesan agar LMP terus meningkatkan kualitas organisasi serta menjaga ketertiban dan ketentraman di tengah masyarakat.
“Di bulan Mei ini akan banyak kegiatan sosial dan aksi dari berbagai elemen masyarakat, termasuk serikat pekerja dan organisasi guru. Mari bersama menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.**








Tinggalkan Balasan