Jakarta – Lmpnews.Perjalanan panjang pengabdian akhirnya mengantarkan Brigjen Pol Alfred Papare ke titik penting dalam kariernya. Melalui mutasi yang tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/99/I/KEP./2026 tertanggal 15 Januari 2026, ia resmi dipercaya menjabat sebagai Kapolda Papua Barat, menggantikan Irjen Johnny Eddizon Isir yang mendapat amanah baru sebagai Kadivhumas Polri.
Kenaikan ini bukan sekadar rotasi jabatan. Bagi Alfred Papare, ini adalah kelanjutan dari perjalanan hidup yang lekat dengan tanah kelahirannya Papua.
Pada Kamis, 19 Maret 2026, di Rupatama Mabes Polri, ia resmi menyandang pangkat Inspektur Jenderal Polisi dalam upacara kenaikan pangkat yang dipimpin langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Sebuah momen yang menandai pengakuan atas dedikasi panjangnya di institusi kepolisian.
Anak Papua, Darah Pejuang
Lahir di Serui, Papua, pada 6 April 1974, Alfred Papare tumbuh dalam lingkungan yang sarat nilai perjuangan. Ia merupakan cucu dari Pahlawan Nasional Silas Papare, tokoh penting dalam sejarah integrasi Papua ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Warisan semangat itulah yang seakan mengalir dalam langkah hidupnya. Nama besar sang kakek bukan sekadar kebanggaan, tetapi juga tanggung jawab moral untuk terus mengabdi bagi tanah Papua dan Indonesia.
Kapolda Pertama yang Mencatat Sejarah
Sebelum dipercaya memimpin Polda Papua Barat, Alfred Papare mencatat sejarah sebagai Kapolda pertama Papua Tengah. Pembentukan Polda Papua Tengah sendiri diresmikan melalui Keputusan Kapolri Nomor Kep/677/IV/2024 tanggal 29 April 2024.
Di wilayah baru tersebut, ia tidak hanya menjalankan tugas struktural, tetapi juga membangun fondasi kelembagaan, memperkuat keamanan, serta menjalin kedekatan dengan masyarakat lokal.
Kini, di usia 51 tahun dan akan genap 52 pada April ini ia kembali dipercaya mengemban amanah besar di Papua Barat.
Polisi Intelijen yang Tumbuh dari Bawah
Lulusan Akademi Kepolisian tahun 1995 ini dikenal memiliki latar belakang kuat di bidang intelijen. Kariernya dimulai dari posisi paling dasar sebagai perwira pertama di Polda Sulawesi Selatan pada 1996.
Dari sana, ia menapaki berbagai jabatan penting, mulai dari Kapolres di sejumlah wilayah Papua seperti Pegunungan Bintang, Raja Ampat, Mappi, hingga Jayapura Kota. Ia juga pernah menjabat sebagai Dirintelkam dan Irwasda Polda Papua dua posisi strategis yang menuntut ketajaman analisis dan integritas tinggi.
Pengalaman di bidang pengawasan dan penegakan disiplin juga ditempanya saat bertugas di Divisi Propam Polri serta Polda Metro Jaya.
Kariernya terus menanjak hingga dipercaya sebagai Wakapolda Papua Barat pada 2023, sebelum akhirnya menjadi Kapolda Papua Tengah pada 2024, dan kini Kapolda Papua Barat.
Sosok yang Dekat dengan Tanah dan Rakyatnya
Di balik jabatan tinggi yang kini disandang, Alfred Papare dikenal sebagai sosok yang membumi. Ia memahami betul dinamika sosial, budaya, dan tantangan keamanan di Papua bukan hanya sebagai aparat, tetapi sebagai putra daerah.
Baginya, tugas sebagai Kapolda bukan sekadar menjaga keamanan, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat, merawat persatuan, dan menghadirkan rasa keadilan.
Dengan pengalaman panjang dan akar yang kuat di tanah Papua, Irjen Alfred Papare membawa harapan baru: bahwa keamanan dan kedamaian di Papua Barat dapat terus terjaga, dengan pendekatan yang humanis dan penuh empati.(Djo)








Tinggalkan Balasan