Kota Padang,- LMPNews.Di tengah derasnya hujan yang tak kunjung reda dan banjir yang merendam kawasan Maransi, Dadok Tunggul Hitam hingga setinggi leher orang dewasa, satu sosok kembali berdiri di garda terdepan aksi kemanusiaan: Abu Hanifah, atau yang lebih akrab dipanggil Babeh.
Sebagai Komandan Rescue Laskar Merah Putih (LMP) Macab Kota Padang, Babeh bukan hanya pemimpin operasional. Ia adalah figur yang dikenal konsisten turun langsung ke titik bencana, memastikan warga tertolong, satu per satu. Dedikasinya sejalan dengan semangat LMP di bawah komando Ketum H.M. Arsyad Cannu bahwa organisasi bukan sekadar simbol, melainkan aksi nyata kemanusiaan.
Banjir Menggila, Babeh Bergerak.Kamis (27/11/2025).
Ketika laporan datang bahwa puluhan warga terjebak banjir yang mencapai leher orang dewasa, Babeh segera mengoordinasikan timnya. Bersama Basarnas Kantor SAR Padang, ia menurunkan perahu SAR bermesin 15 PK untuk menerobos permukiman yang telah menjadi lautan cokelat.
“Evakuasi mandiri tidak mungkin,” tegasnya. Arus deras dan jarak pandang yang buruk membuat operasi semakin berisiko. Namun bagi Babeh, keselamatan warga selalu menjadi prioritas.
29 Personel Basarnas, 1 Rescue LMP, dan Semangat yang Sama
Dalam operasi kali ini, Babeh memimpin satu personel Rescue LMP bersama 29 personel Basarnas yang terbagi dalam tiga regu. Mereka menyisir rumah demi rumah, memastikan tak ada warga yang tertinggal.
Kerja keras itu terbayar. Seluruh warga berhasil dievakuasi dengan selamat, meski medan menghadirkan tantangan besar.
Saat Air Mulai Surut
Pukul 15.39 WIB, air mulai berangsur menurun. Setelah memastikan situasi aman, Babeh dan tim kembali ke Kantor SAR Padang, tetap siaga menunggu arahan berikutnya.
Pengakuan dari Sang Ketua
Ketua LMP Macab Kota Padang, Amrizal Bakri, SH, atau Am Baro, menyampaikan apresiasi penuh terhadap kinerja tim Rescue.
“LMP hadir untuk kemanusiaan,” ujarnya. “Saya bangga dengan gerak cepat tim Rescue di lapangan. Mereka menunjukkan bahwa LMP selalu siap untuk rakyat, terutama saat cuaca ekstrem.”
Dedikasi yang Tak Pernah Padam
Bagi warga Padang, khususnya di kawasan rawan bencana, nama Abu Hanifah bukan sekadar pemimpin organisasi. Ia adalah sosok yang selalu hadir saat tangan-tangan kuat dibutuhkan.
Di tengah deru banjir dan ketidakpastian, Babeh kembali menunjukkan bahwa kemanusiaan bukan sekadar kata melainkan tindakan nyata.









Tinggalkan Balasan