Banjir Awal 2026 Meluas, Jakarta hingga Sejumlah Provinsi Terendam, Ketum LMP Ajak kader Tingkatkan Solidaritas


Jakarta – LMPNews.Situasi darurat banjir kembali melanda berbagai wilayah di Indonesia akibat tingginya curah hujan pada awal tahun 2026. Kondisi ini menimbulkan keprihatinan mendalam dan mengundang simpati luas bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Berdasarkan laporan terkini per 22–23 Januari 2026, wilayah DKI Jakarta kembali terendam banjir setelah diguyur hujan deras sejak Rabu (22/1). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sedikitnya 125 RT dan 14 ruas jalan terdampak, dengan ketinggian air mencapai 150 sentimeter di sejumlah titik.

Banjir juga meluas ke daerah penyangga. Di Bekasi, kawasan Jatibening Permai kembali terendam, sementara di Tangerang, banjir diperparah dengan laporan tanggul jebol di wilayah Ciledug, menyebabkan air meluap ke permukiman warga.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa puncak curah hujan ekstrem terjadi pada 18–20 Januari 2026 dan potensi hujan lebat masih diperkirakan berlangsung hingga akhir Januari.

Secara nasional, BNPB mencatat banjir telah melanda sedikitnya 8 provinsi sejak awal Januari 2026. Kondisi terparah dilaporkan terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, yang mengakibatkan ribuan warga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Dalam upaya penanganan darurat, pemerintah pusat dan daerah terus memaksimalkan sistem pengendalian banjir, termasuk pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sejumlah wilayah Sumatera untuk menekan intensitas hujan. Proses evakuasi, penyaluran bantuan logistik, serta pendampingan korban terus dilakukan secara terpadu oleh BPBD, TNI, Polri, dan para relawan.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dengan memantau informasi cuaca resmi dari BMKG serta menyiapkan langkah evakuasi mandiri apabila debit air terus meningkat, khususnya di wilayah rawan banjir dan tanah longsor.

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Umum Laskar Merah Putih (LMP), H.M. Arsyad Cannu, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian.
“Mari kita bersama-sama mendoakan agar situasi segera membaik dan bantuan dapat tersalurkan dengan lancar kepada seluruh korban. Semoga warga terdampak diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi musibah ini,” ujarnya.

Banjir awal tahun ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan bersama, kesiapsiagaan bencana, serta sinergi seluruh elemen bangsa dalam menghadapi tantangan alam yang semakin kompleks.(Komdigi Mabes LMP)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *